Resign demi kambing

Resign demi KambingLuar biasa anak muda yang satu ini. Khairil Afryan Syah Siregar berani resign (berhenti) dari pekerjaanya di Bank Sumut  hanya untuk mengurus kambing. Padahal, prospeknya cukup bagus di bank itu. Maklum, dia masih mahasiswa di Universitas Pembangunan Pancabudi Medan. Jika kelak dia meraih gelar sarjana, otomatis posisi dan golongannya ikut disesuaikan.Mulanya, Khairil bersama dua temannya hanya menyewa lahan untuk penggemukan kambing sejak 2010 silam. Tapi kini, 2012, mereka sudah punya lahan sendiri di Tuntungan seluas 10 x20 meter dan di Kualanamu seluas 10 x 16 meter. Masih ada yang mereka sewa di Pinangbaris seluas 3 hektare. Di situlah kawanan kambing mereka ternakkan dan dikandangkan dengan merekrut sejumlah penggembalanya yang semula adalah anak-anak jalanan.

Pasar kambing mereka basah karena memanfaatkan hari raya kurban serta ibadah aqiqah untuk para bayi. Omzet mereka menaik tahun ke tahun. Jika pada 2010 masih Rp 35 juta, menjadi Rp 554 juta per Oktober 2012. Biaya operasional juga menaik dari Rp 9 juta menjadi Rp 92 juta. Termasuk profit ikut menaik dari Rp 7 juta menjadi Rp 78 juta. Khairil berencana omzetnya pada 2013 akan mencapai Rp 1 miliar dengan profit Rp 200 juta.

Khairil adalah seorang dari 8 pemenang lomba Wira Usaha Muda Mandiri yang berlangsung pada 13-14 Desember lalu di Kanwil Bank Mandiri Regional Office I Medan. Lomba itu diikuti oleh 26 mahasiswa dan alumni dari empat propinsi, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, Riau dan Riau Lautan. Ke-8 pemenang akan mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.

Khairil yakin akan dapat berpenghasilan lebih lumayan  dibanding hanya menjadi seorang karyawan bank. Etos kerja itu yang dipujikan dilakukan oleh anak-anak muda atau para sarjana baru, dan tak semata ikut arus menjadi pegawai negeri sipil, atau melamar pekerjaan, melainkan jadi buloker alias membuka lowongan kerja.

Bahkan, kita pun percaya bahwa masa depan negeri akan cepat mencapai masyarakat sejahtera jika kaum entrepreneur mencapai 6% dari total jumlah penduduk, seperti di Singapura. Adapun kaum wirausaha di Indonesia masih di bawah 0,2% . Hayo, ditunggu munculnya Khairil-Khairil baru.  (Bersihar Lubis)

Sumber

http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/read/2012/12/17/2299/resign-demi-kambing/